Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Seni

Sanggar Metta Ukir Prestasi, Bina 70 Penari

56
×

Sanggar Metta Ukir Prestasi, Bina 70 Penari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TUNTANG – Berawal dari kepedulian terhadap masa depan anak-anak, Sanggar Tari Metta kini berkembang menjadi wadah pembinaan seni yang melahirkan penari berprestasi. Berdiri sejak 2020, sanggar yang didirikan Rama Pujiyanto ini menaungi 70 penari dan berhasil meraih juara pertama Festival Jaran Kepang se-Jawa Tengah. Rama mengatakan, sejak awal dirinya ingin memberikan kegiatan positif kepada anak-anak sekaligus membekali mereka dengan kemampuan di bidang seni tari.

Tujuan tersebut menjadi landasan Rama mendirikan Sanggar Metta. Menurut dia, anak-anak perlu memiliki kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi waktu luang sekaligus mengembangkan potensi diri. “Tujuan mendirikan Sanggar Metta agar anak-anak memiliki kesibukan positif dan mempunyai kelebihan dalam hal seni tari,” ujarnya.

Example 300x600

Hasil pembinaan tersebut terlihat dari prestasi yang diraih Sanggar Metta dalam berbagai perlombaan tingkat kabupaten hingga Provinsi Jawa Tengah. Salah satu pencapaian membanggakan adalah meraih juara pertama Festival Jaran Kepang se-Jawa Tengah. Prestasi ini memperlihatkan bahwa seni tradisional dapat menjadi jalan bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sekaligus mengukir prestasi.

Baca Juga :  Danrem Untoro: Wayang Kulit Menyatukan Masyarakat

Tak hanya berkompetisi, Sanggar Tari Metta juga mendapat kesempatan tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada tahun ini. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para penari untuk tampil di panggung yang lebih luas sekaligus memperkenalkan seni tari tradisional kepada masyarakat.

Kiprah seni jaranan juga terlihat dalam pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Minggu (25/10/2026). Sebanyak 200 penari jaranan tampil memeriahkan pembukaan ajang olahraga tersebut. Penampilan itu menunjukkan bahwa seni tradisional tetap memiliki tempat penting dalam kegiatan berskala besar dan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang patut dilestarikan.

Dalam menjalankan pembinaan, Sanggar Tari Metta didukung pelatih Tegar Suryo Kelana. Para penari menjalani latihan rutin setiap Sabtu pukul 15.00 WIB. Latihan tersebut menjadi bagian penting dalam mengasah keterampilan, membangun kekompakan, serta mempersiapkan para penari menghadapi perlombaan dan pertunjukan.

Baca Juga :  200 Penari Jaranan Meriahkan Pembukaan Porprov Jateng

Bagi Rama, pendirian Sanggar Metta tidak semata-mata berorientasi pada perolehan piala. Lebih dari itu, sanggar diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk menemukan dan mengembangkan kemampuan mereka melalui kegiatan yang positif. Dengan belajar menari, anak-anak juga berkesempatan melatih kedisiplinan, meningkatkan kepercayaan diri, dan belajar bekerja sama.

Sejak berdiri pada 2020, Sanggar Tari Metta terus berkembang hingga menaungi 70 penari. Deretan prestasi di tingkat kabupaten dan provinsi, gelar juara pertama Festival Jaran Kepang se-Jawa Tengah, serta kesempatan tampil di TMII menjadi bukti perjalanan sanggar dalam membina generasi muda melalui seni tradisional.

Perjalanan Sanggar Metta menegaskan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan pencapaian prestasi. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Rama berupaya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan bakat, mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat, dan tumbuh menjadi generasi yang mencintai seni budaya Nusantara.(msa)

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!