SEMARANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) IPI Kota Semarang menggelar Pembukaan Gelar Seni Budaya pada Jumat (26/06/2026) di Wisma Perdamaian, Semarang. Kegiatan ini menjadi ajang pengukuhan sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam melestarikan budaya bangsa, membangun sinergi dengan berbagai pihak, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai budaya Indonesia.
Ketua Panitia, Ki Taufiqurrahman, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penyelenggaraan acara berawal dari gagasan untuk memperkenalkan keberadaan dan kiprah DPC IPI Kota Semarang kepada masyarakat dan instansi pemerintah.
“Momentum ini menjadi bagian dari pengukuhan organisasi sekaligus menunjukkan bahwa DPC IPI benar-benar hadir dan berkontribusi di Kota Semarang. Kami berharap para sesepuh dapat menjadi teladan bagi generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya, termasuk nilai unggah-ungguh yang diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan arus globalisasi tidak boleh menggerus identitas budaya bangsa. Karena itu, pelestarian tradisi perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan anak-anak muda sebagai penerus.
Sementara itu, Pembina IPI Pusat, KRH. Dr. Drs. H. Hono Sejati, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa budaya merupakan identitas bangsa yang harus dijaga di tengah derasnya pengaruh global.
Ia menyampaikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada warisan nenek moyang, tetapi juga menjadi sarana menanamkan rasa cinta tanah air dan memperkuat kearifan lokal.
“Globalisasi tidak boleh membuat kita melupakan budaya sendiri. Justru generasi muda perlu didorong untuk mencintai dan melestarikan budaya Indonesia sebagai bagian dari jati diri bangsa,” katanya.
Selain aspek kebudayaan, ia juga menjelaskan bahwa IPI memiliki orientasi sosial yang mencakup kegiatan kemasyarakatan serta pengembangan layanan di bidang pengobatan medis maupun nonmedis. Menurutnya, seluruh aktivitas organisasi hendaknya bermuara pada kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
Di kesempatan yang sama, Ketua DPC IPI Kota Semarang, Ki Demang Banyu, mengatakan bahwa penyelenggaraan gelar seni budaya merupakan wujud komitmen organisasi untuk menjadi wadah pelestarian budaya di Kota Semarang.
“Kami ingin membuktikan bahwa IPI adalah organisasi yang menjunjung tinggi budaya. Ke depan, kegiatan seni dan budaya seperti ini akan terus diselenggarakan, terutama sebagai media edukasi bagi generasi muda agar tidak kehilangan akar budaya dan seni tradisional,” ungkapnya.
Acara berlangsung dengan dihadiri para tokoh budaya, sesepuh, anggota organisasi, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Melalui kegiatan ini, DPC IPI Kota Semarang berharap dapat memperkuat kolaborasi dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi mendatang.(msa)

















