Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
News

Kalapas Sangkal Tudingan Napi Kendalikan Narkotika dari Lapas, Sugeng: Kami Koordinasi dan Siap Ungkap Ini

24
×

Kalapas Sangkal Tudingan Napi Kendalikan Narkotika dari Lapas, Sugeng: Kami Koordinasi dan Siap Ungkap Ini

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PANGKALPINANG – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Hardono mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya dalam pencegahan kejahatan narkotika yang melibatkan narapidana (Napi).

Hal ini diwujudkan pihaknya melalui sinergitas dengan Polri, baik Polda, Polres, BNN Provinsi dan BNN Kota terus ditingkatkan.

Example 300x600

“Sinergitas kami ini dalam bentuk koordinasi dan pertukaran informasi dengan Polres di wilayah Polda Babel menjadi salah satu strategi dalam pencegahan tindak pidana narkotika, baik dari dalam maupun dari luar lapas,” ungkap Kalapas dalam rilis yang diterima Global-Satu.com, Kamis (17/2/2022).

Baca Juga :  Kunjungan Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, Jalin Silaturahmi DPD Partai Berkarya Kota Bekasi

Sugeng Hardono juga menyangkal tudingan adanya keterlibatan Napi sebagai pengendali narkotika dari balik Lapas yang dimuat di beberapa media online.

Tudingan ini mencuat ke awak media saat press rilis Operasi Antik Menumbing Polres Bangka Tengah, pagi tadi.

“Ada keterlibatan Narapidana, tentunya sangat mengejutkan. Kami dari Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang sampai dengan saat ini belum menerima laporan dari Polres Bangka Tengah atas keterlibatan atau dugaan napi yang terlibat,” tuturnya.

Baca Juga :  Kepala Perangkat Daerah Tanda Tangani Pernyataan Komitmen Bersama Anti Korupsi

Diakui Kalapas, dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Polres Bangka Tengah untuk mengklarifikasi tudingan dugaan keterlibatan Napi tersebut.

“Dari hasil koordinasi dengan Polres Bangka Tengah, belum ada menyebutkan nama napi yang terlibat. Jika ada, kita akan bantu ungkap jaringan ini,” ujarnya. (Bmg)

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!