Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
TNI

Pemkab Puncak Sebut Serangan Warga di Sinak Dilakukan KKB, Bantah Keterlibatan Aparat

23
×

Pemkab Puncak Sebut Serangan Warga di Sinak Dilakukan KKB, Bantah Keterlibatan Aparat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, menyatakan serangan yang menewaskan dan melukai warga di Distrik Sinak dan sekitarnya dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), bukan aparat keamanan sebagaimana isu yang beredar di media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Puncak, Nemu Tabuni, usai mengikuti rapat koordinasi bersama DPRD, Polda Papua Tengah, dan Kogabwilhan III di Markas Kogabwilhan III, Timika, Sabtu (18/4/2026). “Memang kami juga terkejut, karena yang menjadi korban adalah masyarakat sendiri. Kami mengimbau agar ke depan tidak lagi terjadi tindakan kekerasan,” ujar Nemu kepada wartawan.

Example 300x600

Dalam forum tersebut, Kogabwilhan III turut memaparkan sejumlah bukti yang menunjukkan keterlibatan KKB dalam serangan tersebut. Klarifikasi ini sekaligus menepis informasi yang menyebut aparat TNI sebagai pelaku.

Nemu juga mengajak seluruh pihak, termasuk kelompok bersenjata, untuk menghentikan kekerasan dan bersama-sama menjaga keamanan wilayah agar masyarakat dapat hidup tenang dan aktivitas pendidikan kembali berjalan normal. “Kami berharap kekerasan dihentikan. Masyarakat butuh hidup damai, anak-anak harus kembali sekolah,” katanya.

Baca Juga :  Membangun Hubungan Emosional Positif, Satgas Pamtas Yonif 126/KC Laksanakan Komsos dengan Masyarakat Perbatasan Papua

Sementara itu, data lapangan menunjukkan adanya korban warga sipil akibat rangkaian kekerasan yang terjadi pada 14 April 2026 di wilayah Kampung Kembru, Distrik Sinak. Pada Sabtu (18/4/2026), tim medis mengevakuasi seorang warga bernama Etinus Walia (47), seorang gembala gereja dan petani, yang mengalami luka tembak di bagian lengan kiri. Korban dievakuasi dari Kampung Mewoluk ke RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, untuk mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan kronologi, korban diduga tertembak saat berada di lokasi kejadian ketika terjadi aksi penyerangan disertai tembakan yang tidak terarah oleh kelompok bersenjata. Insiden tersebut juga dilaporkan berkaitan dengan aksi pembakaran honai (rumah adat) warga di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Soliditas Korem 132/Tdl dan Polda Sulteng Harga Mati, Gelar Doa Bersama untuk Pemilu Damai 2024

Tim Palang Merah Indonesia (PMI) menerima laporan pada pukul 10.00 WIT dan segera melakukan evakuasi. Korban tiba di RSUD Mulia pada sore hari dan langsung menjalani penanganan medis.

Analisis aparat menyebutkan, aksi penyerangan yang disertai tembakan membabi buta tersebut berpotensi meningkatkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Puncak dan sekitarnya.

Sebelumnya, dilaporkan sejumlah warga Distrik Sinak menjadi korban jiwa dan luka-luka akibat serangan di permukiman. Aparat TNI yang datang untuk melakukan evakuasi disebut turut mendapat serangan dari kelompok bersenjata. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan kini terus berkoordinasi untuk menstabilkan situasi serta memastikan perlindungan bagi masyarakat di wilayah terdampak. (*)

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!