Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Terima Audiensi Kepala BPS Sulteng, Gubernur Anwar Hafid Tekankan Kebijakan Pemerintah Berbasis Data

27
×

Terima Audiensi Kepala BPS Sulteng, Gubernur Anwar Hafid Tekankan Kebijakan Pemerintah Berbasis Data

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah yang baru, Dr. Daryanto, M.M, di Kantor Gubernur, Kamis (19/02/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan penggunaan data statistik sebagai dasar perencanaan serta pengambilan kebijakan pembangunan daerah.

Example 300x600

Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid menegaskan sejak awal kepemimpinannya ia menempatkan data sebagai fondasi utama penyusunan program pemerintah daerah.

“Semenjak saya menjabat memang saya selaku mengedepankan soal data, kita itu bekerja harus dengan data dan data kita itu adalah statistik dari BPS,” katanya.

Ia menyampaikan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) wajib memiliki data yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bahkan, pengumpulan data menjadi prioritas utama dalam masa awal kerja kepala dinas.

Baca Juga :  Menteri LH dan Wali Kota Bekasi Lakukan Korve di Sepanjang Jalan Juanda - Pasar Baru

“Soal data ini saya wajibkan ke setiap Kepala Dinas, karena kontrak saya dengan Kepala Dinas itu dalam waktu 100 hari kerja itu data saja tidak usah pikirkan hal lain yang penting pendataan lengkap,” jelasnya.

Menurutnya, data yang valid sangat penting untuk memastikan program bantuan maupun pembangunan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Data akurat akan memudahkan pemerintah menjangkau langsung kebutuhan warga.

“Misalnya data orang miskin, jadi sumber data itu tidak usah jauh-jauh tinggal ke BPS minta mana semua ini data masyarakat kita,” tuturnya.

Ia juga mencontohkan sektor ekonomi kerakyatan seperti UMKM yang harus memiliki basis data sebelum penyaluran bantuan dilakukan agar kebijakan benar-benar efektif.

“Misalnya Dinas Koperasi, saya minta mana data UMKM kita, kalau kita salurkan bantuan untuk orang miskin berapa yang bisa kita dapatkan di sebuah daerah itu, begitu,” jelasnya.

Baca Juga :  Komjak Terima 1.070 Pengaduan Sepanjang 2025

Selain itu, Anwar Hafid menegaskan keberhasilan pembangunan daerah harus diukur melalui indikator resmi, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi.

“Yang kedua, memang saya bilang ukuran kita itu IPM, pertumbuhan ekonomi jadi kalau ada rapat dengan Bupati bisa sama BPS untuk memaparkan mana saja data-data masyarakat kita,” imbuhnya.

Pertemuan tersebut diharapkan memperkuat sinergi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama BPS dalam penyediaan statistik yang akurat.

Dengan data yang kuat, kebijakan pembangunan diyakini akan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. (Jamal)

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!